Cahyahati: Salah terapi di chiropractic merenggut nyawa adikku dalam waktu 6 jam

Adik kami, Chicha, lahir di suatu hari di bulan Desember 1982. Saya ingat sekali, mama pamit pergi makan malam dengan kakak-kakaknya yang akhirnya berakhir di rumah sakit karena mama tiba-tiba pecah ketuban dan langsung dibawa ke rumah sakit. Papa sedang berada di luar kota waktu itu. Sesampainya di rumah, papa segera ke Bandung, waktu itu memang kami sedang berdomisili di Cimahi karena papa bertugas sebagai kepala cabang PLN di kota tersebut. Allya Siska Nadya atau sering dipanggil dengan nama kecil Chicha, lahir dengan berat 4 kilo. Dia adalah bayi yang cantik. Meskipun mengharapkan adik laki-laki ternyata memiliki adik bayi perempuan sangat menyenangkan. Walaupun kadang kami suka jahil kepadanya. Chicha adalah tipikal anak ke 4, cerdas, kemauannya keras, halus tutur bahasanya, sungkan merepotkan orang dan dia sangat peduli dengan orang sekitarnya. Pernah suatu kali saat duduk di kelas 2 di SD St. Theresia, Padang, dia datang mengoleh-olehi mama 1 tusuk sate dan 1 buah ketupat dengan meminjam uang dari supir. Dan kebiasaan mengoleh-olehkan orang di rumah pun berlanjut sampai dia dewasa. Mungkin hanya buah tangan kecil tapi kami jadi tahu bahwa dia ingat pada kami.

Source: Cahyahati: Salah terapi di chiropractic merenggut nyawa adikku dalam waktu 6 jam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s